Selasa, 10 Januari 2012

Pelatikan Pengurus Periode 2011-1016

Berikut pemberitahuan dari pengurus,

Pelantikan pengurus baru Periode 2011-2016 akan dilakukan pada ;
               Hari             : Rabu, 11 Januari 2012
               Jam             : 10.00 WIB
               Tempat       : Aula Lt 3 RSUD Sunan Kalijaga Demak
Kemudian pelantikan akan dilaksankan oleh pengurus PPNI Kab Demak dan akan dilanjutkan dengan acara sosilalisasi pembuatan Surat Tanda Registrasi Perawat STR oleh Pengurus PPNI Kab Demak.
Demikian pemberitahuan dari kami, terima kasih
READ MORE - Pelatikan Pengurus Periode 2011-1016

Senin, 09 Januari 2012

Syok Hipovolemik

Berikut ini akan dijelaskan mengenai syok dan penanganan pertama untum menangulanginya,
Secara umum, Syok adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis. Berdasarkan penelitian Moyer dan Mc Clelland tentang fisiologi keadaan syok dan homeostasis, syok adalah keadaan tidak cukupnya pengiriman oksigen ke jaringan. Syok merupakan keadaan gawat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang kontinyu atau terus-menerus di unit terapi intensif.

Syok secara klinis didiagnosa dengan adanya gejala-gejala seperti berikut:
1. Hipotensi: tekanan sistole kurang dari 80 mmHg atau TAR (tekanan arterial rata-rata) kurang dari 60 mmHg, atau menurun 30% lebih.
2. Oliguria: produksi urin kurang dari 20 ml/jam.
3. Perfusi perifer yang buruk, misalnya kulit dingin dan berkerut serta pengisian kapiler yang jelek.

Syok dapat diklasifikasi sebagai syok hipovolemik, kardiogenik, dan syok anafilaksis. Di sini akan dibicarakan mengenai syok hipovolemik yang dapat disebabkan oleh hilangnya cairan intravaskuler, misalnya terjadi pada:

1. Kehilangan darah atau syok hemoragik karena perdarahan yang mengalir keluar tubuh seperti hematotoraks, ruptura limpa, trauma abdoment, dan kehamilan ektopik terganggu.
2. Trauma yang berakibat fraktur tulang besar, dapat menampung kehilangan darah yang besar. Misalnya, fraktur humerus menghasilkan 500–1000 ml perdarahan atau fraktur femur menampung 1000–1500 ml perdarahan.
3. Kehilangan cairan intravaskuler lain yang dapat terjadi karena kehilangan protein plasma atau cairan ekstraseluler, misalnya pada:
1. Gastrointestinal: peritonitis, pankreatitis, dan gastroenteritis.
2. Renal: terapi diuretik, krisis penyakit Addison.
3. Luka bakar (kombustio) dan anafilaksis.

Pada syok, konsumsi oksigen dalam jaringan menurun akibat berkurangnya aliran darah yang mengandung oksigen atau berkurangnya pelepasan oksigen ke dalam jaringan. Kekurangan oksigen di jaringan menyebabkan sel terpaksa melangsungkan metabolisme anaerob dan menghasilkan asam laktat. Keasaman jaringan bertambah dengan adanya asam laktat, asam piruvat, asam lemak, dan keton (Stene-Giesecke, 1991). Yang penting dalam klinik adalah pemahaman kita bahwa fokus perhatian syok hipovolemik yang disertai asidosis adalah saturasi oksigen yang perlu diperbaiki serta perfusi jaringan yang harus segera dipulihkan dengan penggantian cairan. Asidosis merupakan urusan selanjutnya, bukan prioritas utama.

Gejala dan Tanda Klinis

Gejala syok hipovolemik cukup bervariasi, tergantung pada usia, kondisi premorbid, besarnya volume cairan yang hilang, dan lamanya berlangsung. Kecepatan kehilangan cairan tubuh merupakan faktor kritis respons kompensasi. Pasien muda dapat dengan mudah mengkompensasi kehilangan cairan dengan jumlah sedang dengan vasokonstriksi dan takhikardia. Kehilangan volume yang cukp besar dalam waktu lambat, meskipun terjadi pada pasien usia lanjut, masih dapat ditolerir juga dibandingkan kehilangan dalam waktu yang cepat atau singkat.

Apabila syok telah terjadi, tanda-tandanya akan jelas. Pada keadaan hipovolemia, penurunan darah lebih dari 15 mmHg dan tidak segera kembali dalam beberapa menit. Adalah penting untuk mengenali tanda-tanda syok, yaitu:

1. Kulit dingin, pucat, Turunnya turgor jaringan, Mengentalnya sekresi oral dan trakhea, bibir dan lidah menjadi kering, Bola mata cekung dan vena kulit kolaps akibat penurunan pengisian kapiler selalu berkaitan dengan berkurangnya perfusi jaringan.
2. Takhikardia: peningkatan laju jantung dan kontraktilitas adalah respons homeostasis penting untuk hipovolemia. Peningkatan kecepatan aliran darah ke mikrosirkulasi berfungsi mengurangi asidosis jaringan.
3. Hipotensi: karena tekanan darah adalah produk resistensi pembuluh darah sistemik dan curah jantung, vasokonstriksi perifer adalah faktor yang esensial dalam mempertahankan tekanan darah. Autoregulasi aliran darah otak dapat dipertahankan selama tekanan arteri turun tidak di bawah 70 mmHg.
4. Oliguria: produksi urin umumnya akan berkurang pada syok hipovolemik. Oliguria pada orang dewasa terjadi jika jumlah urin kurang dari 30 ml/jam.

Klasifikasi Syok
Berdasasarkan berat rinfganya keadaan klinis ( TTV pasien ), syok dapat dibedakan menjadi 4 kelas, dengan melihat klisnis penderita maka dapat diperkirakan banyknya darah yang hilang, yang di hitung berdasarkan presentase terhadap total effective blood volume dimana nilai EVB pada orang dewasa berkisar antara 70cc/KgBB, dan pada anak berkisar 200cc/KgBB


No
Derajat Syok
Kelas I
Kelas II
Kelas III
Kelas IV
Darah Hilang/cc
< 750 cc
750-1500
1500-2000cc
>2000cc
1
Darah Hilang % EVB
< 15 %
15-39%
30-40%
>40%
2
Nadi
<100
>100
>120
>140
3
Tekanan Darah
Normal
Normal
Turun
Turun
4
Tekanan Nadi
N cenderung meningkat
Turun
Turun
Turun
5
Respirasi
14-20
20-30
30-40
>40
6
Produksi Urine
>30 cc
20-30 cc
5- 15 cc
Tak ada
7
Kesadaran
Agak gelisah
Gelisah
Gelisah dan Binggung
Letargi
8
Cairan penganti
Kristaloid
Kristaloid
Kristaloid + darah
Kristaloid + darah

Penanganan Pertama

Penanganan pertama pada kondisi syok hipovolemik jelas berujuan untuk menganti cairan yang hilang, focus lain dari kita yaitu dengan pengupayaan penghentian sumber pendarahan dengan balur tekan, elevasi dan pressure poin untuk artei - arteri besar. setelah pendarahan diatasi selanjutnya adalah memperbaiki cairan intravasular dengan memberikan cairan dengan jumlah yang cukup dan dalam waktu yang singkat atau sering kita sebut resusitasi, untuk pemberian cairan kita perlu berkolaborasi dengan dokter, biasanya cairang yang digunakan untuk resusitasi awal adalah Ringger Laktat kemudian dapat dilanjut dengan hipertonic fluid atau kristaloid semacam HES atau gelofusin.
READ MORE - Syok Hipovolemik

Selasa, 20 Desember 2011

Kontak PPNI RSUD Demak

Pengurus Komisariat PPNI RSUD DEMAK
Kantor di RSUD Sunan Kalijaga Demak
Jl. Sultan Patah No 50 Demak
Telp 0291 6905503 ext 109
contact person :
Siswanto SST    : 081325691470
Eko priatmoko   : 085641464693

email                  : ppnirsuddemak@gmail.com
website              : http//komisariatppnirsuddemak.blogspot.com
READ MORE - Kontak PPNI RSUD Demak

Keperawatan medical bedah


keperawatan medical vedah merupakan slah satu lingkup disiplin ilmu keperawatan yang lebih di foculkan pada tindakan - tindakan keperawatan pda pasien dengan indikasi tindakan bedah.
Kegiatan meliputi 3 tahap utama mulai dari pre operasi, peri operasi dan post operasi. Tedapat hal - hal khusus yang perlu disiapkan oleh seorang perawat dalam ke tiga tahapan tersebut. kelengkapan data penunjang pasien sebelum dilakukanya pembedahan perlu untuk selalu diceck ulang oleh seorang perawat sebelum dilakukanya tindakan pembedahan.
Lingkup praktek keperawatan  medikal-bedah merupakan bentuk asuhan keperawatan pada klien DEWASA yang mengalami gangguan fisiologis baik yang sudah nyata atau terprediksi mengalami gangguan baik karena adanya penyakit, trauma atau kecacatan. Asuhan keperawatan meliputi perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan; membantu individu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya; melakukan prevensi, deteksi dan mengatasi kondisi berkaitan dengan penyakit ; mengupayakan pemulihan sampai kliendapat mencapai kapasitas produktif tertingginya; serta membantu klien menghadapi kematian secara bermartabat.
Praktek keperawatan medikal bedah menggunakan langkah-langkah ilmiah pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi; dengan memperhitungkan keterkaitan komponen-komponen bio-psiko-sosial klien dalam merespon gangguan fisiologis sebagai akibat penyakit, trauma atau kecacatan.

READ MORE - Keperawatan medical bedah

Minggu, 18 Desember 2011

Pembuatan STR

Sekilas info bagi yang belum tau tentang STR, STR adalah surat tanda registrasi perawat yang di keluarkan oleh MTKI Pusat jakarta yang berfungsi sebagai tanda register perawat seluruh Indonesia. berdasarkan info terkini dari sekretariat PPNI Kab Demak.
 STR bertujuan mengantikan SIP , SIK dan SIKK yang sebelumnya sudah ada, syarat - syarat pengajuan STR Antara lain:
1. pas foto 4x6 berwarna background merah memakai jas PPNI
2. fotocopy ijazah legaslisir kampus 2 lembar
3. fotocopy KTP 2 lembar
4. fotocopy SIP lama bagi yang masi aktif
biaya untuk wilayah demak sebesar Rp 150.000 melalui sekretariat PPNI Kab Demak
READ MORE - Pembuatan STR

Jumat, 02 Desember 2011

Susunan Pengurus

Susunan kepengurusan komisariat PPNI RSUD Sunan Kalijaga Demak periode 2011-2016 adalah sebagai berikut:

Ketua                                      :           Siswanto. SST

Wakil ketua                           :           Yunis Yanna. Skep. Ns

Sekretaris                               :          Ristiyanti. SST
                                                            Eko Priatmoko. AMK

Bendahara                             :           Noer Latifa . H S Kep
                                                            Eri Sri Widiarti. AMK

Devisi Organisasi, Hukum,   :           Agustinus SPH. Skep. Ns
Pemberdayaan Politik                       Abdul Mukid. AMK

Devisi Diklat                          :           Mustofa Skep Ns
                                                             Darmanto SST

Devisi Pelayanan                   :           H Kusmanto S Kep Ns
                                                            Lestari S Skep

Devisi Kesejahteraan            :           Sofyan hadi SKM
                                                             Nurul Ngaini.Skep. Ns

Devisi Pengembangan,          :           Sri Sudarwati AMK
kerjasama, dan humas                       Ulil Abror AMK                                              
READ MORE - Susunan Pengurus

Rabu, 30 November 2011

Kode etik perawat Indonesia

ArtPersatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyadari bahwa perawat Indonesia yang berjiwa pancasila dan UUD 1945 merasa terpanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab, berpedoman kepada dasar-dasar seperti tertera di bawah ini:

Perawat dan Klien
1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut serta kedudukan social.
2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien
3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan
4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Perawat dan Praktik
1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetisi dibidang keperawatan melalui belajar terus menerus
2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran professional yang menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain
4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku professional

Perawat dan Masyarakat
1. Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

Perawat dan Teman Sejawat
1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh
2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal.


Perawat dan Profesi
1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan
2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan
3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.
READ MORE - Kode etik perawat Indonesia

Selasa, 15 November 2011

Salam Pembuka

Assalamualaikum wr wb

Hi,,how are you all?hopes you all always in well condition.proudly celebrate we present the new blog of nursing association comesariat of general hospital Sunan Kalijaga of Demak. First of all we invite you all the nurse in GH sunan kalijaga hospital to join us and thogheter to develop the nursing progession in whole parts, in knowledge, in attitute, in legal etics of nursing, we also open for any commands, sugestions, and articles related in nursing developmen esspecially in general hospital of Demak. we loved to say thank for all you,and also and 

  
READ MORE - Salam Pembuka